Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan
berarti
manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal
sekalipun
mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli
warisnya.
Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan
hidup dan
kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu
harapan tergantung
pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus
berdasarkan
kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun
kepercayaan kepada
Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha
dengan
sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka
harapan
mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan
cita-cita pada umumnya
perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat
persamaan yaitu :
keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada
umumnyaHarapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan
berarti
manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal
sekalipun
mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli
warisnya.
Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan
hidup dan
kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu
harapan tergantung
pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus
berdasarkan
kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun
kepercayaan kepada
Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha
dengan
sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan
mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan
cita-cita pada umumnya
perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat
persamaan yaitu :
keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada
umumnyasebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati.
Paul manusia. Paul pasti mati.
2. teori
korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan
benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu
berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh
pernyataan tersebut.
3. teori pragmatis’
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria
apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam
kehidupan
praktis
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah
manusia.
Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. kepercayaan pada
diri sendiri
2. kepercayaan pada
orang lain
3. kepercayaan pada
pemerintah
4. kepercayaan pada Tuhan
Sumber: Buku
Seri Diktat MKDU: Ilmu Budaya Dasar oleh Widyo Nugroho dan Achmad Muchji
yang diterbitkan oleh Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar